Posted by: mowsaku2008 on: November 6, 2009
Dan kisahkanlah didalam Kitab (Al-Qur’an) tentang Maryam, ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. … Rasa sakit hendak melahirkan membawanya pada pelepah pohon kurma, ia berkata: “Oh, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tak berarti dan dilupakan.” Kemudian Jibril menyerunya dari tempat yang rendah:, “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu. Dan goyang-goyangkanlah pelepah pohon kurma itu ke arahmu niscaya akan gugur buah-buah kurma yang telah masak itu kepadamu. Maka makanlah dan minumlah, dan senangkanlah hatimu. Jika kamu melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar kepada Yang Maha Pengasih untuk berpuasa, maka aku takkan berbicara kepada seseorangpun pada hari ini.”
(Quran Surat Maryam Ayat 16-26)
Tahukan Anda sebesar apa pohon kurma tersebut. Anda dapat lihat gambar di bawah ini.


Bagi seorang Maryam ‘alaihis salaam yang tengah mengalami kelemahan fisik akibat rasa sakit ketika hendak melahirkan dan kondisi psikis yang lemah hingga berkeinginan untuk mati, sangat tidak mungkin hamba Allah yang lemah itu untuk memanjat atau menggoyang pohon kurma dengan tubuh lemahnya agar buahnya berguguran.
Tapi kenapa ketika Sang Maha Pengasih hendak memberi makan Maryam yang lemah dengan buah Kurma, justru tetap menyuruhnya untuk menggoyang Pohon Kurma yang kokoh tersebut dan tidak menurunkan kurma langsung dihadapan Wanita Shalih tersebut ?
Allah memang memuliakan wanita shalih tersebut dengan karomah (keluarbiasaan yang terjadi pada wali Allah yang shalih), namun bukan dengan cara tiba tiba menurunkan buah kurma di depan Maryam yang tengah terkulai lemah bersandar di pohon kurma yang kokoh. Sang Maha Pengasih tetap menyuruh wanita shalih tersebut untuk beraksi/ melakukan ikhtiar/ usaha dengan firman Nya: “..Dan goyang-goyangkanlah pelepah pohon kurma itu ke arahmu niscaya akan gugur buah-buah kurma yang telah masak itu kepadamu..”.
Selamat Ikhlas, berikhtiar (dengan benar dan selalu dievaluasi), dan pada akhirnya bertawakal untuk menyerahkan hasil akhir dari usaha kita kepada Dzat yang Maha Perkasa.
There always be a magic in action.
Akan selalu ada keajaiban ketika kita bertindak mencapai impian kita dan menebar manfaat diantara umat manusia.
Salam Inspirasi !!!
(Wids-2009)
Recent Comments